Cari Sesuatu di Blog Ini

Selamat Datang

Selamat Datang

Pengikut

iklan

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Berita dan Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita dan Politik. Tampilkan semua postingan

Bantar Gebang Akan Jadi PLTSA Terbesar di Dunia

Written By Belajar Bae on Minggu, 03 Maret 2013 | 04.06



Pembangkit listrik Tenaga Sampah (PLTSA) terbesar di Dunia akan dibangun di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat di lokasi PT Godang Tua Jaya. PT Godang Tua Jaya merupakan pengelola Tempat Pembuangan Sampah Terpadu/TPST Bantar Gebang.

"PLTSA ini jika selesai terbangun akan menjadi PLTSA terbesar di dunia, belum ada PLTSA berkapasitas hingga 138 Mega Watt (MW)," kata Direktur Utama PT Godang Tua Jaya, Rekson Sitorus ketika ditemui usai Joint Development Agreement dengan Pertamina, PT Godang Tua Jaya dan Solena untuk rencana proyek PLTSA Bantar Gebang, di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (1/3/2013).


Dikatakan Rekson, saat ini TPST Bantar Gebang sudah memiliki pembangkit PLTSA berkapasitas 12,5 MW. "Saat ini kita sudah punya pembangkit listrik sampah dengan kapasitas 12,5 MW dan didistribusikan ke jaringan listrik PLN sebesar 10 MW. Proyek ini bekerjasama dengan PT NOI dan sudah berjalan selama 4 tahun," katanya.


Menurut Rekson, dalam sehari rata-rata TPST Bantar Gebang menerima sampah dari DKI Jakarta sebanyak 5.300 ton per hari.


"2.000 ton per hari kita manfaatkan sebagai PLTSA, kompos, dan lainnya, 2.000 ton per hari akan dimanfaatkan untuk proyek dengan Pertamina dan Solena, masih ada sekitar 1.500-an ton yang belum termanfaatkan, kita masih menunggu investor yang lain," tukas Rekson.


Sementara itu Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan mengatakan Pertamina saat ini tidak hanya menjadi perusahaan minyak dan gas bumi, tetapi akan menjadi perusahaan energi.


"Maka itu kita tertarik menggarap sampah menjadi energi listrik, kita juga menggarap geothermal untuk listrik dan banyak lagi, jadi kita tidak hanya perusahaan oil and gas saja, tapi perusahaan energi," ucapnya.


Karen menambahkan pihaknya akan terus mengembangkan proyek PLTSA selain di Bantar Gebang. "Kita sedang studi di Sulawesi, ingin bangun seperti PLTSA di Bantar Gebang, tapi kita belum bisa kasih tahu dimana letak pastinya, nanti semua tukang sampah datang ke Pertamina," candanya.



Gas Beracun Berkurang

Tumpukan sampah di Bantar Gebang yang tiap harinya bertambah 5.300-6.000 ton per hari menciptakan gas beracun (butan) yang dapat merusak lapisan ozon 21 kali lipat dari pada zat Co2 (korbondioksida), dengan akan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) di Bantar Gebang zat racun akan sangat berkurang.


"Dengan dibangunnya PLTSA Bantar Gebang 138 MW bekerjasama dengan Pertamina, Godang Tua Jaya dan Solena, gas beracun yang dihasilkan dari tumpukan sampah di Bantargebang dapat berkurang banyak, karena PLTSA ini menangkap gas butan yang dihasilkan sampah di Bantargebang," ucap Rekson.


Menurut Rekson, dengan ditangkapnya gas beracun (C4) tersebut maka kerusakan lapisan ozon akan dapat dikurangi. "Karena selama ini tumpukan sampah mengeluarkan gas beracun yang merusak lapisan ozon 21 kali lipat dibandingkan CO2, jadi efek rumah kaca bisa kita menimalkan," ungkapnya.


Sementara itu Senior Vice President Gas and Power PT Pertamina Salis Aprilian, gas yang dikeluarkan dari sampah di Bantar Gebang dengan teknologi dari General Electric (GE) yang digunakan Solena akan lebih banyak tertangkap.


"Gas yang diambil tersebut nantinya dijadikan bahan bakar untuk PLTSA Bantar Gebang. Ini memang teknologi tinggi, dengan teknologi plasma, kalau sudah terbangun bisa jadi PLTSA terbesar di dunia," ujar Salis.


Memangg PLTSA ini hanya memanfaatkan 2.000 ton sampah per hari di Bantar Gebang. "Kan masih ada sisa tidak terpakai sekitar 1.500-2.000 ton sampah per hari di Bantar Gebang, tapi ini kita selesaikan dulu, kalau terbangun baru kita kembangkan lagi, sisa sampah tidak terpakai juga bisa jadi cadangan, jangan sampai nanti PLTSA dibangun besar sampahnya kurang, seperti ada disatu negara malah harus impor sampah, jangan sampai itu terjadi," tandas Salis.



Sumber : finance.detik.com/read/2013/03/01/170414/2183539/1034/di-bantar-gebang-akan-dibangun-pembangkit-listrik-sampah-terbesar-dunia?f9911023


Proses Produksi




1. Sampah dari kota dikumpulkan.

2. Sampah dipindahkan ke ruang pembakaran dan dibakar dengan suhu yang sangat tinggi, kira-kira 1000 C. Sampah menjadi bahan bakar.


3. Air akan mendidih dari proses pembakaran.


4. Uap tekanan tinggi akan digunakan untuk menggerakkan turbin.


5. Uap ini menggerakkan turbin untuk menghasilkan tenaga listrik.


6. Tenaga disalurkan ke jaringan listrik ke perumahan, industri dan perkantoran dll.


7. Abu dari pembakaran diproses untuk menghilangkan unsur logam dan disatukan dengan residu lain hasil proses pembersihan udara.


8. Gabungan abu ini dibuang ke tempat pembuangan sampah.


9. Semua gas-gas yang dihasilkan dikumpulkan, ditapis dan dibersihkan sebelum dibuang ke udara.


10. Semua partikel-partikel kecil ditapis sebelum dibuang ke udara.


11. Semua jenis polutan akan diawasi sesuai dengan parameter yang ditentukan untuk memastikan semua standar terpenuhi.


Energi yang bisa dihasilkan dari satu ton sampah mencapai 525 kWh (kilowatt-hours). Jumlah energi listrik ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi sebuah gedung perkantoran selama satu hari.




04.06 | 0 komentar | Read More

Kota yang Menjadi Sentra Industri Jamu di Indonesia

Written By Belajar Bae on Rabu, 27 Februari 2013 | 23.23


Siapa yang tidak kenal Semarang? Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah. Kota ini terkenal oleh Tugu Muda, Lawang Sewu, lunpia, dan lain sebagainya. Mungkin sedikit yang tahu bahwa Semarang ternyata juga merupakan sentra industri jamu di Indonesia. Ada beberapa industri jamu besar yang berkantor pusat di Semarang, di antaranya adalah Jamu Sido Muncul, Jamu Jago, Jamu Nyonya Meneer, Jamu Borobudur, dan Jamu Leo. Produk-produk industri-industri jamu tersebut tersebar hingga ke seluruh pelosok tanah air, bahkan beberapa produk sudah diekspor

1. Jamu Sido Muncul


PT. Sido Muncul bermula dari sebuah industri rumah tangga pada tahun 1940, dikelola oleh Ibu Rahkmat Sulistio di Yogyakarta, dan dibantu oleh tiga orang karyawan. Seiring dengan kepindahan beliau ke Semarang , maka pada tahun 1951 didirikan perusahan sederhana dengan nama Sido Muncul yang berarti "impian yang terwujud" dengan lokasi di Jl. Mlaten Trenggulun. Dengan produk pertama dan andalan, Jamu Tolak Angin, produk jamu buatan Ibu Rakhmat mulai mendapat tempat di hati masyarakat sekitar dan permintaannyapun selalu meningkat. Dalam perkembangannya, pabrik yang terletak di Jl. Mlaten Trenggulun ternyata tidak mampu lagi memenuhi kapasitas produksi yang besar akibat permintaan pasar yang terus meningkat, dan di tahun 1984 pabrik dipindahkan ke Lingkungan Industri Kecil di Jl. Kaligawe, Semarang.

Untuk mengantisipasi kemajuan di masa datang, maka di tahun 1997 diadakan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baru di Klepu, Ungaran oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan disaksikan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan saat itu, Drs. Wisnu Kaltim. Pabrik baru yang berlokasi di Klepu, Kec. Bergas, Ungaran, dengan luas 29 ha tersebut diresmikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Achmad Sujudi pada tanggal 11 November 2000. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas 7 hektar, lahan agrowisata 1,5 hektar, dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik.

Produk terkenal dari perusahaan ini adalah Tolak Angin dan Kuku Bima Energi.

Situs Resmi : www.sidomuncul.com

2. Jamu Jago


Jamu Jago didirikan pada tahun 1918 oleh seorang tokoh bernama TK Suprana dari Wonogiri, Jawa Tengah. Dengan ratusan produk jamu dan obat herbal serta konsistensinya dalam menjaga mutu, Jamu Jago mampu bertahan sebagai salah satu pemain besar di industri jamu di Indonesia. Produknya yg terkenal antara lain Jamu Buyung Upik (jamu anak-anak) dan Jamu Purwoceng (jamu laki-laki). Jago Group, sebagai pemilik Jamu Jago, juga memiliki Museum Rekor Indonesia (MURI). Salah satu tokoh dari Jamu Jago yang terkenal adalah Jaya Suprana.

Situs Resmi : www.jago.co.id

3. Jamu Nyonya Menir


Jamu Nyonya Meneer didirikan pada tahun 1919 oleh Ibu Meneer (Lau Ping Nio) di Semarang. Pendirian pabrik jamu ini dilatarbelakangi oleh kondisi suami Ibu Meneer yang sakit keras, sedangkan berbagai upaya penyembuhan yang dilakukan sia-sia. Ibu Meneer kemudian mencoba meramu jamu Jawa yang diajarkan orang tuanya dan suaminya sembuh. Sejak saat itu, Ibu Meneer lebih giat lagi meramu jamu Jawa untuk menolong keluarga, tetangga, kerabat maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan. Ia mencantumkan nama dan potretnya pada kemasan jamu yang ia buat dengan maksud membina hubungan yang lebih akrab dengan masyarakat yang lebih luas. Berbekal perabotan dapur biasa, usaha keluarga ini terus berkembang dan atas dorongan keluarga berdirilah Jamu Cap Potret Nyonya Meneer pada tahun 1919, yang kemudian menjadi salah satu industri jamu terbesar di Indonesia.

Pabrik PT. Nyonya Meneer berdiri di atas areal seluas 9.980 m2, berada di Jl. Raya Kaligawe Semarang. Kantornya sendiri berada di Jalan Raden Patah, Semarang. Di lantai dua bangunan utama pabrik itu, didirikan Museum Jamu Nyonya Meneer pada tanggal 18 Januari 1984 dan menjadi museum jamu pertama di Indonesia. Museum ini didirikan dengan tujuan menjadi cagar budaya untuk pelestarian warisan leluhur dan menjadi sarana pendidikan dan rekreasi generasi muda.

Situs Resmi : www.nyonyameneer.com

4. Jamu Borobudur


PT. Industri Jamu Borobudur didirikan tahun 1979 di Semarang. Memiliki pabrik dan kantor pusat di Jl. Madukoro, Semarang. Jamu Borobudur memproduksi dan menjual jamu yang berasal dari tanama asli Indonesia. 


5. Jamu Leo


Perusahaan Jamu Leo adalah salah satu perusahaan jamu besar di Semarang. Memiliki pabrik yang terletak di Kawasan Industri Tambak Aji, Semarang. Awalnya usaha jamu ini adalah home industry yg didirikan oleh Ny. Tan Tying Hai. Usaha ini kemudian dijual kepada keluarga Hardi Hartono pada 1 Januari 1970 dan menjadi berkembang pesat. Kemudian pada 13 Oktober 1982, pemilik perusahaan mengganti status badan hukum perusahaan dari perseorangan menjadi PT. Mula-mula nama yg diajukan adalah PT. Leo Indonesia, namun nama ini ditolak oleh Departemen Kehakiman. Pemilik perusahaan kemudian mengajukan nama PT. Leo Agung Raya dan disetujui. Nama tersebut bertahan hingga kini. 

23.23 | 0 komentar | Read More

Perempuan Korea Mendamba Wajah Eropa, Mata & Hidung Jadi Favorit Dipermak



Perempuan Indonesia saat ini begitu menggemari apa pun yang bernuansa Korea. Mulai dari perawatan wajah menggunakan BB cream hingga riasan wajah minimalis warna pastel. Dari tatanan rambut K-Cut hingga busana-busananya yang feminin dan ceria. Ada alasan mengapa perempuan Korea terkesan begitu cermat mengatur penampilannya.

"Perempuan muda di Korea memang sangat peduli pada penampilan mereka agar bisa menarik perhatian pria yang disukai," ungkap Dr Myong Jung Kim, spesialis dermal filler dari Rejuve Dermatology, saat seminar Restylane "Global Beautyfication" di Busan, Korea Selatan, Minggu (28/10/2012) lalu.

Begitu detailnya penampilan yang mereka inginkan, para perempuan Korea menyadari bahwa mengaplikasikan make-up saja tidak akan cukup. Mereka tak segan untuk melakukan berbagai prosedur kecantikan, seperti injeksi dermal filler, botox, atau bahkan operasi plastik. Ditambahkan Kim, tren kecantikan yang sedang berkembang di Korea sekarang ini adalah memiliki bentuk wajah seperti orang Eropa.

"Setiap bagian wajah perempuan Korea ini punya tipe yang berbeda dengan (struktur wajah orang) Eropa. Namun, mereka beranggapan bahwa memiliki beberapa bagian wajah seperti Eropa bisa membuat mereka lebih cantik," tambahnya. 

Beberapa bagian wajah yang biasanya diubah agar semakin mirip perempuan Eropa adalah bagian mata, hidung, dan dahi. Untuk mendapatkannya, mereka tidak ragu untuk menjalani bedah plastik. Mereka ingin mengubah bagian mata yang kecil dan sipit menjadi agak besar dan tajam (narrow eyes). Kelopak mata pun dibuat lebih "tebal". Bagian hidung juga ingin diubah menjadi sedikit lebih panjang dan lurus, sedangkan bagian dahi inginnya menjadi sedikit lebih kecil.

Dokter cinta


Charlet Duboc, host Seoul Fashion Week, mengungkapkan bahwa satu dari lima perempuan Korea menjalani prosedur bedah plastik. Operasi plastik bahkan sudah umum menjadi hadiah kelulusan bagi para siswa SMA dari orangtuanya. Hal ini membuat Korea menggeser Brasil sebagai negara dengan jumlah operasi plastik terbanyak per kapita.

Operasi kelopak mata dilakukan dengan memotong bagian luar dari mata untuk membuatnya lebih lebar dan bulat. Selain operasi untuk membuat mata terkesan lebih besar, para perempuan muda ini juga ingin membuat agar hidungnya terlihat lebih tinggi. Bagian dahi yang rata diinjeksi dengan lemak agar lebih berisi. Dengan demikian, profil wajahnya secara keseluruhan jadi tampak lebih menarik.

Dr Seo, ahli bedah dari Seo Jae Don Plastic Clinic, mengatakan bahwa para pasiennya menginginkan wajah seperti Charlet Duboc yang kelahiran Inggris. "Wajah yang lebih bervolume lebih populer saat ini. Wajah dengan bentuk apel membuat mereka punya peluang untuk mengubah nasib, dan keberuntungan mereka akan menjadi lebih baik," katanya, seperti dilaporkan The Daily Mail.

Di Korea, tambahnya, banyak perempuan yang mengunjungi kliniknya setelah putus cinta dari kekasihnya. Seperti Anda tebak, para perempuan ini tak percaya diri dengan penampilannya. Di lain pihak, kemungkinan besar kekasih mereka juga tak puas dengan penampilan para perempuan ini. Tak heran, Dr Seo mengatakan bahwa mereka juga menyembuhkan orang-orang yang patah hati.

"Ada dokter-dokter yang menyembuhkan penyakit yang bisa kita lihat. Tapi kami menyembuhkan orang-orang yang patah hati. Tidak ada gunanya hidup dengan ketidakpuasan dengan penampilan mereka," ujarnya.

Sumber : http://female.kompas.com/read/2012/10/30/08302618/Perempuan.Korea.Mendamba.Wajah.Eropa?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
03.17 | 0 komentar | Read More

Smartphone Bisa Mengandung Banyak Bakteri

Written By Belajar Bae on Senin, 25 Februari 2013 | 06.45


Smartphone kini menjadi bagian yang hampir tak terpisahkan dari hidup kita. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktifitas sehari-hari manusia ternyata membantu menyebarkan bakteri patogen ke smartphone, berpotensi menimbulkan penyakit.

Riset mikrobiologi sederhana yang dilakukan Dr. Simon Park, dosen biologi molekuler University of Surrey dan mahasiswanya menunjukkan, telepon genggam ternyata menyimpan rekaman biologis dari aktivitas yang kita lakukan. 

Dalam penelitiannya, Dr. Park meminta para mahasiswanya menempelkan smartphone pada cawan petri guna mendapatkan sampel bakteri. Hasilnya mengejutkan. Tiga hari setelahnya, cawan petri penuh dengan berbagai jenis bakteri yang secara ‘tidak tampak’ hidup di permukaan smartphone

Beruntungnya, dari berbagai bakteri yang teridentifikasi, sebagian besar merupakan jenis bakteri yang tidak berbahaya. Jenis yang paling dominan adalah Bacillus mycoides yang secara natural hidup di tanah. 

Tapi, ada satu jenis bakteri patogen yang ditemukan, yaitu Staphylococcus aureus. Bakteri ini bisa menyebabkan keracunan makanan, impetigo atau keracunan kulit dangkal akibat bakteri serta sepsis atau keracunan darah akibat masuknya bakteri dalam aliran darah.

Bagaimana S. aureus sampai di telepon genggam? Rupanya, hal ini terkait dengan aktifitas manusia yang paling sering dijumpai, ngupil alias mengorek kotoran di hidung menggunakan jari. Aktifitas ini segera memindahkan S. aureus dari habitatnya di lubang hidung ke smartphone.

"Relung ekologis pada tubuh dari Staphylococcus aureus adalah lubang hidung. Jadi kalau aktifitas membersihkan hidung segera diikuti dengan mengetik di ponsel, maka segera bakteri patogen itu berpindah ke ponsel," kata Park seperti dikutip Daily Mail, Jumat (22/2/2013).

“Dari hasil ini, sepertinya telepon genggam tidak hanya berfungsi untuk menyimpan nomor telepon, tapi juga mencatat sejarah mengenai diri kita dan kontak fisik yang kita lakukan dengan orang lain, tanah, dan benda-benda lainnya,” urai Park.


Sumber : http://sains.kompas.com/read/2013/02/24/15093353/Ngupil.Sambil.Mainan.Smartphone.Ternyata.Berbahaya?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
06.45 | 0 komentar | Read More

Gas Elpiji 12 Kg akan Naik, Harga Makanan Minuman di Kafe & Restoran Terkerek 5%



PT Pertamina (Persero) berencana menaikan harga gas elpiji 12 Kg dari Rp 70.200 per tabung menjadi Rp 95.600 per tabung. Para pengusaha restoran dan kafe menolak, namun jika terpaksa akan menyesuaikan rencana tersebut dengan menaikan harga makanan dan minuman hingga 5%.

"Kami tidak setuju kalau harga gas elpiji 12 Kg dinaikkan, karena akan sangat membebani pengusaa kafe dan restoran," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Eddy Sutanto ketika dihubungi detikFinance, Minggu (24/2/2013).


Dikatakan Eddy, jika rencana kenaikan tersebut diberlakukan maka bisa dipastikan pengusaha kafe dan restoran akan langsung menaikan harga produknya minimal 3%-5%.


"Tapi kalau tetap dinaikkan, maka kami tentunya akan menaikan juga harga produk makanan dan minuman kafe dan restoran minimal 3%-5%," ucap Eddy.


Eddy menuturkan hampir sebagian besar pengusaa kafe dan restoran berskala menengah kecil menggunakan elpiji 12 Kg. Berbeda dengan restoran skala besar yang sudah menggunakan elpiji 50 Kg.


"Usaha-usaha kafe dan restoran menengah kecil atau UKM pasti menggunakan elpiji 12 Kg, tidak mungkin kalau mereka pakai gas elpiji 3 Kg kecuali usaha mereka sekelas jualan gorengan dipinggir jalan," ujarnya.


Eddy menanggapi soal alasan PT Pertamina menaikan harga elpiji 12 Kg. Selama ini elpiji 12 Kg masih disubsidi, sementara yang menikmati kalangan mampu dan kaya.


"Ya kalau alasan itu, harus diperjelas dulu dasar siapa yang disebut mampu dan kaya dan miskin, kalau jelas, baru digolongkan mana yang boleh pakai elpiji 12 Kg mana yang tidak, mana UKM-UKM atau kafe dan restoran yang boleh pakai elpiji subsidi mana yang tidak," katanya.


Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) berharap pemerintah segera memberi izin menaikan harga elpiji tabung 12 kg Rp 25.400 per tabung. Pertamina mengaku sudah merugi Rp 16 triliun selama 4 tahun karena harga elpiji 12 kg tidak naik. Jika tahun ini harga elpiji 12 kg tidak naik juga, maka Pertamina memperkirakan akan kembali merugi Rp 5 triliun di 2013.


Sumber : http://finance.detik.com/read/2013/02/24/180315/2178260/1034/elpiji-12-kg-akan-naik-harga-makanan-minuman-di-kafe-restoran-terkerek-5?f9911013
06.40 | 0 komentar | Read More

Busana Muslim Indonesia akan Kuasai Fashion Dunia

Written By Belajar Bae on Kamis, 09 Agustus 2012 | 03.40


Cita-cita pelaku fashion yang ingin mengusung fashion muslim Indonesia ke tingkat Asia bahkan dunia pada tahun 2020 tak main-main. Pasalnya produk fashion semakin menunjukkan kenaikan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Euis Saedah saat jumpa pers Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF), Senin (6/8/2012), di Jakarta. Menurut Euis, data 2011 menunjukkan secara umum dari 14 sektor ekonomi kreatif, lebih dari 50 persen disumbangkan sektor fashion dan kerajinan.

"Nilainya lebih dari 7 miliar dolar, pertumbuhan ekspor 2 - 3 persen, pertumbuhan industri 7 persen," jelas Euis.

Sedangkan produk fashion muslim, Euis memperkirakan produk tersebut menyumbangkan sekitar 10 persen, meskipun belum ada data pasti. Di sisi lain, potensi IKM pakaian jadi sebagai pelaku usaha fashion berjumlah 725.533 unit usaha, menyerap 820.706 tenaga kerja, memiliki nilai produksi Rp 48.347 miliar, dan nilai ekspor sebesar Rp 2. 893 juta USD.

"Harus ada komitmen atau political will untuk mencapai Indonesia sebagai pusat busana muslim tingkat dunia," tambah Euis.

IIFF akan diadakan mulai 9 - 12 Agustus 2012 di Skenoo Hall, Gandaria City, Jakarta. Acara diikuti oleh desainer, pengusaha, dan pelaku industri fashion muslim, beserta produk turunannya.

Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/08/06/busana-muslim-indonesia-akan-kuasai-fashion-dunia
03.40 | 0 komentar | Read More

Cerita Tempe yang Dipatenkan oleh Jepang

Written By Belajar Bae on Sabtu, 28 Juli 2012 | 20.51


Memasuki hari ke lima bulan Ramadan, masyarakat Indonesia dikejutkan oleh naiknya harga kedelai yang tinggi dari sebelumnya. Harga kedelai yang semula harganya Rp 520.000 per kuintal, kini menjadi Rp 800.000 per kuintal atau Rp 8.000 per kilogram yang sebelumnya sekitar Rp 7.500 per kilogram.

Harga kedelai yang kembali meroket semenjak 2008 membuat para produsen dan pengrajin tempe kelabakan. Maklum saja, kedelai adalah bahan utama untuk membuat tempe.

Hari ini, para pengrajin tempe di Jakarta menghentikan produksi. Kabar tak sedap ini tentunya merupakan kabar buruk bagi masyarakat Jakarta, karena tempe merupakan satu komoditas yang cukup laris di pasaran. Tempe yang harganya relatif cukup murah memang identik dengan masyarakat Indonesia dan hampir di seluruh penjuru nusantara pernah mengkonsumsi tempe.

Populernya tempe tidak hanya di kalangan rakyat menengah ke bawah yang mengkonsumsi tempe. Namun kalangan pejabat dan pengusaha pun sering mengolah tempe dengan berbagai varian.

Namun demikian, meskipun tempe identik dengan Indonesia, ada ironi dibalik populernya tempe. Sebab, Jepang sudah terlebih dahulu mematenkan tempe terlebih dahulu. Meskipun kabar dipatenkan tempe tidak sebesar ketika batik yang ingin diklaim Malaysia, rakyat Indonesia pantas untuk gigit jari dengan dipatenkan makanan kaya protein tersebut.

Dahulu, ada istilah mental tempe untuk menggambarkan mental seseorang yang lemah dalam melakukan sesuatu. Hal itu seakan cocok untuk menggambarkan mental masyarakat saat tempe dipatenkan. Pemerintah dan rakyat Indonesia seolah ikhlas memberikan paten tersebut.

Tempe sekarang tidak hanya digemari di Indonesia. Di Jepang, tempe sudah menjadi komoditas utama karena nilai gizinya sangat berguna bagi warga jepang yang etos kerjanya tinggi. Gaung tempe pun sudah masuk ke negara adi daya Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu, tempe sudah mulai terkenal.

Sumber : http://livebeta.kaskus.co.id/thread/000000000000000015693938/cerita-tempe-yang-dipatenkan-oleh-jepang
20.51 | 0 komentar | Read More

Berani Adu Tarik Tambang dengan Harimau? Di Sini Tempatnya…

Written By Belajar Bae on Jumat, 27 Juli 2012 | 01.14

Di Kebun Binatang Busch Gardens, Tampa Bay, Florida, Amerika Serikat, pengunjung bisa melihat harimau dari dekat, bahkan bisa menantangnya untuk bermain adu tarik tambang.


Kebun binatang masa kini sudah tidak seperti dulu lagi. Setelah adanya kebun binatang yang memperbolehkan pengunjungnya memasuki kandang hewan yang ada di kebun binatang itu, sekarang malah ada kebun binatang yang memperbolehkan pengunjungnya bermain tarik tambang dengan harimau.

Meskipun kesempatan menang dari harimau Bengal ini sangat kecil atau bahkan tidak ada, atraksi ini selalu penuh pengunjung baik yang menonton ataupun yang ikut menjadi peserta. Atraksi ini bernama “Tiger Tug” (tarik tambang harimau). Aturan Tiger Tug ini sama dengan aturan tarik tambang biasa, hanya saja di antara peserta dengan harimau diberi pagar sebagai batas.


Popularitas atraksi ini sangat tinggi sejak pertama kali diperkenalkan di Busch Garden, namun tidak semua orang menyukai atraksi ini. Beberapa orang menulis di halaman Facebook kebun binatang ini, kalau atraksi ini dianggap “bodoh”, “salah”, dan anggapan miring lainnya. Mereka menganggap kalau kebun binatang ini -seperti halnya Kebun Binatang Lujan yang memperbolehkan pengunjungnya berada dalam kandang hewan- mengekploitasi hewan-hewan demi keuntungan dan merendahkan kesejahteraan hewan yang ada di sana. Namun dalam kenyataannya apakah seburuk itu?


Yang tidak diketahui oleh orang-orang yang protes tersebut adalah harimau ini tidak dipaksa untuk menarik tali tambang tersebut. Justru harimau itu tampak menikmatinya, seperti halnya kucing rumahan yang sedang diajak main. Selain itu, dengan adanya atraksi ini, harimau itu bisa lebih sehat dibandingkan jika tidak melakukan apa-apa, yang malah bisa membuat harimau itu malas atau obesitas. Secara keseluruhan, tidak ada yang salah dengan atraksi ini, karena mampu menghibur kedua belah pihak, baik peserta atau harimau itu sendiri.

01.14 | 0 komentar | Read More

Komik Indonesia Mulai Diminati Pasar Luar Negeri

( Komikus Indonesia, Vivian Wijaya atau Dr.Vee )

SEMARANG, KOMPAS.com--Komikus dalam negeri mengatakan produk industri kreatif karyanya mulai diminati pasar nondomestik seperti kawasan Amerika dan Eropa.

Menurut pengakuan salah satu komikus Burhan Arif saat ditemui di Semarang, Kamis, hasil karya komikus asal Indonesia sudah mendapat tempat di hati seniman luar negeri.

"Kami lebih banyak mendapat pesanan komik dari luar negeri seperti Amerika, Hongkong, Australia, Afrika Selatan dan Yunani," jelas pria yang juga punggawa Studio Komik Papillon di Semarang.

Menurut dia, pasar luar negeri lebih dapat memberikan apresiasi yang tinggi dibandingkan pasar lokal dan produk yang bernilai karya seni bisa dibayar dengan nilai yang tinggi di mancanegara.

"Untuk setiap proyek pembuatan komik seperti tahap ilustrasi sampai pewarnaan digital, kami bisa mematok tarif sampai 1.500 dolar AS," katanya.

Biaya sebesar itu, kata dia, juga tergantung dari tingkat kerumitan dan detail gambar komik itu sendiri.

"Kalo untuk tahap pewarnaan digital saja biasanya kami mematok tarif sampai 200 dolar AS untuk segmentasi pasar luar negeri," ujarnya.

Ia mengaku studio komik miliknya dapat menghasilkan omzet sampai Rp20 juta per bulan dari pendapatan mengerjakan proyek pesanan komik dari luar negeri.

Sementara untuk pasar dalam negeri, kata dia, tidak bisa berharap banyak untuk mendapatkan keuntungan finansial.

"Masyarakat di Indonesia belum bisa mengapresiasi karya komikus dalam negeri sehingga kami tidak bisa menjual produk kami dengan harga pantas," katanya.

Kendati demikian, Burhan mengaku banyak komikus Indonesia yang tetap eksis hingga kini walaupun tidak dikenal oleh masyarakat Indonesia.

"Mereka bertahan hidup dengan mengandalkan pesanan dari luar negeri, komik-komik hasil coretan komikus lokal malah sering menghiasi etalase buku di negeri asing," ujarnya.

Pemilik Studio komik yang sudah meluncurkan beberapa komik ke pasar dalam dan luar negeri seperti komik berjudul Boneka Kematian, komik serial tokoh nasional Pangeran Diponegoro, dan komik "Minx" ini menyatakan sudah cukup senang jika karya mereka dikenal masyarakat lokal walaupun belum sampai tahap apresiasi secara finansial.
 
00.57 | 0 komentar | Read More

6 Aksi Penembakan di Dunia yang Mengerikan

Written By Belajar Bae on Rabu, 25 Juli 2012 | 22.16

Aksi penembakan saat pemutaran film Batman The Dark Knight Rises bukanlah yang pertama. Sebelum itu, sudah banyak insiden serupa yang tak kalah mengerikannya.

Data yang dihimpun detikcom, Selasa (24/7/2012), sedikitnya terjadi puluhan aksi penembakan di berbagai belahan dunia selama 10 tahun terakhir. Sebagian besar, insiden terjadi di kampus atau sekolah.

Berikut enam insiden penembakan yang paling mengerikan di dunia :

1. Penembakan Premiere Film Batman 'The Dark Knight Rises'


James Holmes alias 'The Joker' melakukan aksi penembakan brutal saat pemutaran film perdana Batman The Dark Knight Rises di Aurora, Jumat (20/7/2012). 12 Orang tewas sementara 71 orang luka-luka, termasuk WNI.

Pria berusia 24 tahun sudah menjalani sidang perdana di pengadilan Distrik Arapahoe. Holmes didakwa atas penembakan.

Dalam kasus ini, diduga Holmes menderita gangguan kejiwaan akibat stres atau depresi. Diketahui bahwa Holmes juga mengkonsumsi obat-obatan. Saat ditangkap polisi, Holmes tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan. Tidak hanya itu, perilaku Holmes juga dinilai aneh, dia sengaja mewarnai rambutnya menjadi oranye agar mirip dengan karakter 'Joker' dalam film Batman.

2. Teroris Breivik di Norwegia


Pada 22 Juli 2011 lalu, Anders Behring Breivik meledakkan sebuah bom dekat gedung pemerintah di Oslo, Norwegia hingga menewaskan 8 orang. Pria berumur 33 tahun itu kemudian pergi ke Pulau Utoeya dan menembak mati 69 orang yang tengah mengikuti acara kemah pemuda partai berkuasa Norwegia, Partai Buruh. Total 77 orang tewas akibat perbuatannya.

Peristiwa yang berselang setahun itu masih dikenang oleh para warga Norwegia sebagai peristiwa kelam yang pernah terjadi di negeri penuh ketenangan itu. Terakhir, ada 50 ribu orang yang menghadiri konser khusus untuk mengenang para korban di Norwegia.

3. Pembantaian di Virginia Tech


Pembantaian Virginia Tech terjadi pada 16 April 2007. Pelakunya adalah mahasiswa berumur 23 tahun asal Korea Selatan, Cho Seung-Hui. Jumlah korban tewas akibat kejadian ini sebanyak 32 orang berikut sang pelaku penembakan yang belakangan bunuh diri.

Penembakan pertama terjadi sekitar pukul 7.15 di West Ambler Johnston Hall, sebuah asrama campuran yang menampung 895 mahasiwa. Lalu, penembakan berikutnya terjadi di Norris Hall. Ada 19 orang yang mengikuti kelas bahasa Jerman di lokasi itu tertembak, termasuk sang dosen.

Cho Seung-Hui yang berusia 23 tahun, seorang berkebangsaan Korea Selatan yang tinggal di Virginia sebagai penduduk tetap Amerika Serikat. Ia tiba di AS bersama keluarganya saat berusia 8 tahun pada 1992. Seorang juru bicara Virginia Tech melukiskannya sebagai orang yang "penyendiri". Diduga, dia mengalami gangguan psikologis karena tertekan dari lingkungan kampusnya.

4. Penembakan massal di NIU


Kepanikan melanda para mahasiswa yang sedang mengikuti kuliah di auditorium Northern Illinois University (NIU) di AS. Tiba-tiba saja seorang pria kurus masuk ke ruangan dan langsung menembak secara membabi-buta.

Insiden ini terjadi pada 14 Februari 2008. 18 Orang di kampus itu tertembak. Lima Di antaranya dilaporkan tewas. Pria diketahui bernama Steven Kazmierczak itu pun bunuh diri.

Saat penembakan terjadi, ada 10 orang WNI yang berada di dalam kampus, termasuk anak Menpora Andi Mallarangeng. Namun, tak ada yang menjadi korban.

5. Kampus Berdarah di Jerman


Pada April 2002, terjadi peristiwa berdarah di sebuah kampus di kota Erfurt, Jerman. Seorang mahasiwa berusia 19 tahun bernama Robert Steinhäuser menembaki puluhan orang dengan membabi buta. 16 Orang tewas, sementara belasan lainnya luka-luka.

Motif penembakan ini tak pernah diketahui karena si pelaku bunuh diri setelah melakukan aksinya. Namun polisi menduga, Steinhäuser kecewa karena nilai-nilainya jeblok di kampus. Dia juga seolah putus harapan dengan masa depannya.

Senjata yang digunakan Steinhäuser untuk membunuh adalah 9mm Glock 17 dan Mossberg 590 Mariner 12-gauge shotgun.

6. Pembantaian di Sekolah Jokela Finlandia


Pada tanggal 7 November 2007, warga Finlandia dikejutkan oleh insiden penembakan yang tak pernah diduga sebelumnya. Seorang siswa di SMA Jokela menembaki siswa lain secara membabi buta. 8 Orang tewas dalam insiden mengerikan itu.

Sama seperti penembak di tempat lain, sang pelaku bernama Pekka-Eric Auvinen langsung bunuh diri usai melakukan 'eksekusi'. Dia menggunaan pistol otomatis dan langsung masuk ke sekolah. Tanpa ba bi bu, dia menembaki siswa yang sedang belajar.

Ini adalah peristiwa kedua yang terjadi di Finlandia. Pada tahun 1989, negeri yang cukup tenang di Eropa itu juga pernah dikejutkan oleh aksi penembakan di sekolah Rauma. Seorang siswa berumur 14 tahun menembaki dua rekannya.

Sumber : http://news.detik.com/read/2012/07/24/162441/1973710/10/7/6-aksi-penembakan-di-dunia-yang-mengerikan991101mainnews
22.16 | 0 komentar | Read More

Mbah Bing Ciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Hampa

 

Mbah Mbing Terima Pesanan Dahlan Iskan
 
Malang (beritajatim.com) - Jika inovasi dunia kelistrikan dari tangan Slamet Haryanto (51) diproduksi secara massal dan diakui secara Hak Atas Kekayaan Intelektual oleh Negara, bisa jadi dunia listrik di Indonesia tak lagi membutuhkan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

PLN, pastinya tidak perlu repot lagi membangun menara dan tiang-tiang listrik plus uluran rentangan kabel yang jika dirupiahkan, cukup fantastis nilainya. "Butuh waktu lama membuat Pembangkit Listrik Tenaga Hampa (PLTH) ini. Saya melakukan riset dulu tahun 1997. Baru kemudian tahun 2008, alat PLTH ini saya ciptakan. Setelah diuji coba ternyata berhasil dan bisa difungsikan menerangi listrik di rumah," ungkap Mbah Mbing, sapaan akrab Slamet Haryanto, penemu spektakuler dunia kelistrikan dengan PLTH temuannya, Selasa (24/7/2012).

Saat ditemui Bupati Malang, Rendra Kresna dan pejabat teras Pemkab Malang hari ini, Mbah Mbing nampak santai. Sehari-hari, ia mengutak-atik arus rendah dan tegangan listrik di rumahnya. Yang lucu, tempat kerja Mbah Mbing berbaur dengan warung pecel milik istrinya. Ukuran lebarnya, tak sampai 5 meter. Mirip kamar tidur kos-kosan seorang mahasiswa berkantong cekak.

Sedikitpun, Mbah Mbing tidak punya bekal akademis jurusan teknik kelistrikan. Pria separuh baya itu bahkan hanya lulusan sekolah dasar saja. Namun, berkat keteguhan dan perenungan dirinya tentang masa depan kelistrikan, ia pun melakukan serangkaian inovasi. Awal mulanya, Mbah Mbing diminta tetangga dekat rumahya di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, membuat aliran listrik ke kandang ternak ayam petelur.

Melalui serangkaian uji coba dan keisengannya, Mbah Mbing justru menemukan alat Pembangkit Listrik Tenaga Hampa (PLTH) hasil buah tangannya. Cara kerja PLTH itu cukup diletakkan dalam rumah. Tidak berisik. Tidak menimbulkan uap. Tanpa limbah dan tentunya ramah lingkungan.

Besar kecilnya arus listrik yang dihasilkan, tergantung seberapa tinggi dan besarnya alat kerja PLTH. Yang unik, penggerak listrik semacam bateray dalam komponen PLTH buatan Mbah Mbing, memakai sabut dan batok kelapa. "Kalau dengan limbah batu bara malah bagus. Cuman, untuk mendapatkan batu bara juga susah," ucapnya.

Ia melanjutkan, seluruh rangkaian dalam PLTH rata-rata berbahan baku bekas alias daur ulang. Hanya kapasitor dalam rangkaian listrik saja yang harus membeli. "Kapasitor listrik kita beli. Harganya Rp 850.000. Cukup mahal juga. Soalnya, saya tak mampu membuatnya sendiri. Waktunya belum ada," tegas Mbah Mbing.

Atas temuannya ini, Menteri BUMN yan juga Mantan Dirut PLN Dahlan Iskan dikabarkan akan menemui Mbah Mbing dalam waktu dekat ini. Rencanannya, Dahlan Iskan juga memesan 10.000 alat PLTH temuan Mbah Mbing dengan kapasitas 3 fuse atau setara dengan 6000 sampai 13.000 watt.

Sedangkan PLN juga akan memesan alat PLTH sebanyak 1000 unit dengan kapasitas 1 fuse atau setara 3000 watt sampai 6000 watt.

Ditambahkan Mbah Mbing, khusus pembuatan alat PLTH dengan 1 fuse, hanya memerlukan biaya Rp.5 juta per unit. Sedang pembuatan PLTH dengan 3 fuse, bisa menghabiskan dana sebesar Rp.15 juta per unitnya. "Seluruh pembuatan alat ini menggunakan barang bekas. Yang baru hanya kapasitornya saja," pungkas Mbah Mbing yang sehari-hari, juga menerima pekerjaan service dinamo di rumahnya.

07.30 | 0 komentar | Read More

Aturan Wajib Militer Bisa Disahkan Tahun Ini

Written By Belajar Bae on Selasa, 24 Juli 2012 | 05.07


TEMPO.CO, Jakarta: Kementerian Pertahanan menilai Rancangan Undang-Undang Komponen Cadangan Pertahanan Negara amat mendesak untuk segera disahkan tahun ini. Juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Hartind Asrin, menilai peraturan itu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan nasionalisme masyarakat dan keamanan negara. “Dibandingkan Malaysia dan Singapura, kita sangat ketinggalan," kata Hartind, Ahad 22 Juli 2012.

RUU itu sebenarnya sudah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) sejak 2004, bahkan masuk kategori prioritas pada 2010. Namun hingga kini RUU belum juga selesai dan pembahasannya masih tertahan di Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat.

Dalam RUU Komponen Cadangan Pertahanan tersebut, warga sipil dipersiapkan untuk mendapat pelatihan militer. Selanjutnya, sewaktu-waktu mereka dapat dikerahkan dan dimobilisasi untuk memperbesar serta memperkuat kekuatan dan kemampuan Tentara Nasional Indonesia.

Menurut Hartind, program serupa sudah dilakukan di Malaysia sejak 2003, dengan nama Program Latihan Khidmat Negara (PLKN). Setiap tahun, 18 ribu warga Malaysia menjalani program tersebut. "(Program) itu sangat efektif meningkatkan keamanan masyarakat," ujar dia sembari mencontohkan, peningkatan kemampuan warga untuk membela diri jika terjadi kejahatan di sekitarnya.

Adapun beberapa materi yang akan diberikan dalam pelatihan selama sebulan kepada komponen cadangan adalah kemampuan dasar militer, seperti baris-berbaris dan bela diri. Selain itu, diberikan materi nasionalisme, seperti Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Sumpah Pemuda.

Saat ini DPR dan Kementerian Pertahanan sedang membicarakan hal-hal teknis dalam RUU agar tujuan pembentukan komponen cadangan tercapai dengan baik. “Contohnya, siapa warga yang diwajibkan dan dikecualikan mengikuti pelatihan. Misalnya, kalau pengangguran tidak boleh ikut pelatihan karena khawatir akan disalahgunakan," tutur Hartind.

05.07 | 0 komentar | Read More

Dulu Mengharumkan Indonesia, Lalu Pindah Warga Negara


VISTA - Tony Gunawan tak pernah membayangkan bakal bertanding lagi di Olimpiade. Tapi kini, atlet yang sebelumnya berwarga negara Indonesia itu, akan mewakili Amerika Serikat di Olimpiade 2012 yang digelar di London, Inggris.

Dia akan bertanding untuk cabang bulutangkis ganda putra, sekaligus hadir sebagai pelatih untuk Rena Wang, tunggal putri Amerika. "Ini sungguh kejutan bagi saya," tutur atlet berusia 37 tahun itu, kepada Pasadenanews. "Sudah 12 tahun lalu (saat dia mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Sydney). Saya akan berangkat."

Tony yang sudah pindah ke Amerika secara permanen sejak 2002 itu, mulanya hanya bersekolah. Kemudian melatih, sampai akhirnya ikut menjadi pemain yang mewakili negara tersebut. Bersama Tony, ada Halim Haryanto Ho yang awalnya sama-sama melatih di Orange County, California, Amerika Serikat. Saat masih berpasangan dengan Tony dan membela Tim Merah Putih, atlet kelahiran 1976 ini menjadi juara dunia ganda putra (2001) dan juara All England (2001).

Begitu juga dengan Mia Audina, atlet bulutangkis Indonesia. Semula dia diharapkan bisa menjadi pengganti Susi Susanti, atlet bulutangkis andalan Indonesia pemegang medali emas Olimpiade Barcelona pada 1992. Apa boleh buat, Mia diboyong suaminya ke Belanda. Paspor peraih medali perak pada Olimpiade Atlanta 1996 itu pun berubah, dari Indonesia ke Belanda.

Lalu ada Albertus Susanto Njoto yang memilih menjadi warga negara Hong Kong lantaran merasakan ketatnya persaingan di Pelatnas Indonesia. Satu-satunya prestasi menonjol saat masih dalam tim Indonesia adalah juara Filipina Terbuka 2006 untuk ganda putra, berpasangan dengan Yohan Hadikusuma. Setelah itu, dia mewakili Hong Kong sebagai negara barunya dalam beberapa kejuaraan internasional.

Menanggapi kepergian para atlet Indonesia untuk menjadi warga negara lain, Icuk Sugiarto, juara dunia bulu tangkis pada 1983 dan 1986 menegaskan atlet yang mempunyai nasionalisme tinggi tidak akan membela selain negaranya sendiri. Kendati pun, belum mendapatkan dukungan atau fasilitas yang memadai dari negaranya sendiri.

“Mia dan Tony pernah menjadi pemain top untuk Indonesia. Saya rasa tidak jadi masalah, karena di Indonesia sendiri saat itu Mia sudah tidak terpakai. Sedangkan Tony kuliah,” jelas Icuk.

Pernyataan senada juga diungkapkan jebolan PB Djarum yang mempunyai julukan Smash 100 Watt, Hariyanto Arbi. Tapi setahu dia, Tony Gunawan tidak pindah warga negara pada saat itu, melainkan sedang melanjutkan studinya di Amerika, yang kemudian mendapatkan tawaran bermain di sebuah klub bulu tangkis di sana.

Sebagai kompensasi dari menerima tawaran itu, katanya, “dengan catatan membiayai dan memfasilitasi kebutuhannya.” Hariyanto sendiri setelah pensiun, menggeluti bisnis peralatan olahraga bulu tangkis Flypower.

Kendati demikian, Hariyanto memperingatkan pemerintah agar lebih peduli memberi dukungan guna meminimkan hengkangnya bakat-bakat berkualitas Indonesia ke negeri lain. “Negara lain memberikan jaminan seumur hidup kepada atletnya. Memberikan asuransi ketika sudah tidak menjadi atlet,” ujar Hariyanto.

Sementara di Indonesia, lanjutnya, jika sudah bukan atlet lagi tidak mendapatkan apa-apa. “Di Malaysia tiap bulan para atlet mendapatkan gaji, jaminan dan asuransi,” tambahnya.

Sedangkan Icuk yang kini menjadi staf ahli Menteri Pemuda dan Olah Raga, menginginkan agar Indonesia fokus memberikan dukungan kepada atlet maupun cabang olah raga di Indonesia. Kata dia, tidak ada alasan untuk tidak mengucurkan bantuan.

Alasannya, anggaran dari negara dalam 10 tahun terakhir, lebih dari cukup. Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah bersikap adil kepada cabang olah raga prestasi seperti bulutangkis, catur, taekwondo dan angkat besi.

“Sangat tidak adil dan tidak ada kesinambungan jika kami turun peringkat di kelas dunia mendapatkan cemoohan, sedangkan cabang olah raga lain yang hanya mampu bersaing di tingkat Asia lebih mendapatkan perhatian,” sesal Icuk.

Sumber : http://id.olahraga.yahoo.com/news/olympics--dulu-mengharumkan-indonesia--lalu-pindah-warga-negara.html
05.02 | 0 komentar | Read More

Kecepatan Internet Indonesia Peringkat 146 Seluruh Dunia


Negara mana yang memiliki akses internet tercepat? Adalah Hongkong dengan kecepatan 41.59 Mbps. Lantas bagaimana dengan Indonesia, sayangnya kita berada di posisi 146.

Lantas darimana data-data tersebut berasal? Adalah NetIndex yang mengolah data dari Speedtest.net. Tentu Anda pernah menggunakan tool pengetes kecepatan internet bukan?

NetIndex memetakan kecepatan internet dunia dari periode Januari 2010 hingga Juli 2012. Di posisi pertama adalah Hongkong dengan 41.58 Mbps dan di posisi terakhir adalah Aljazair (176) dengan 0,95 Mbps.

Dan berikut peringkat 10 besar menurut NetIndex:

1. Hongkong (41.58 Mbps).
2. Korea Selatan (34.15 Mbps).
3. Lituania (32.81 Mbps).
4. Andorra (31.60 Mbps).
5. Singapura (29.89 Mbps).
6. Taiwan (29.34 Mbps).
7. Latvia (28.91 Mbps).
8. Jepang (28.19 Mbps).
9. Belanda (27.10 Mbps).
10. Rumania (26.62 Mbps).


Data yang dihimpun oleh Speedtest.net kurun waktu 22 Juni – 22 Juli dari 2.556.623 tes unique IP dari total 32.530.104 tes dan hanya 1.439.747 yang digunakan, maka kecepatan internet Indonesia hanya 2.16 Mbps.

Lantas kota mana di Indonesia yang memiliki kecepatan internet tertinggi? NetIndex mencantumkan Bengkulu di posisi pertama dengan 19.24 Mbps.

Kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, atau Surabaya, justru jauh dibawah Bengkulu dengan kecepatan internet dibawah 10 Mbps.

Dan bagaimana dengan ISP atau penyedia layanan internet, siapakah yang unggul? Menurut NetIndex, Indosat Internet Service Provider berada di posisi pertama dengan 7.30 Mbps.

Sumber : http://sidomi.com/113860/kecepatan-internet-indonesia-peringkat-146-seluruh-dunia/
04.54 | 0 komentar | Read More

Komikus Legendaris, R.A. Kosasih, Meninggal Dunia

( Bharata Yudha, salah satu komik karya R.A. Kosasih)

Jakarta - Komikus legendaris yang dianggap sebagai Bapak Komik Indonesia, R.A. Kosasih, telah menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa (24/7) dini hari tadi sekitar pukul 01:00 WIB di kediamannya yang terletak di daerah Tangerang. Ia berusia 93 tahun.

Menurut pengakuan putrinya, Yudowati Ambiana, kepada AntaraNews.com, R.A. Kosasih meninggal dunia karena serangan jantung yang menimpanya. Namun selain itu, ia juga mengidap penyakit paru-paru yang dideritanya sejak lama. Bahkan tersiar kabar bahwa R.A. Kosasih sempat dirawat di rumah sakit selama satu minggu karena jamur yang hinggap di paru-paru.

R.A. Kosasih saat ini disemayamkan di tempat tinggalnya yang beralamat lengkap Jl. Cempaka Putih III/2, Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan. Yudowati juga mengungkapkan bahwa Ayahnya akan dimakamkan berdekatan dengan istri di Tanah Kusir pukul 12:30 WIB.

Raden Ahmad Kosasih lahir di Desa Bondongan, Bogor, Jawa Barat pada 4 April 1919 dari pasangan Raden Wirakusumah dan Rasmani. R.A. Kosasih merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara.

Seperti terlihat dari namanya, R.A. Kosasih memiliki darah ningrat. Ia bersekolah di Inlands School yang ditamatkan pada 1932 dan lanjut ke Hollandsc Inlands School (HIS), Pasundan. Setelah menamatkan pendidikannya di HIS, R.A. Kosasih enggan melanjutkan sekolah.

Karena menganggur, R.A. Kosasih pun dapat menyalurkan hobinya: menggambar dan menonton wayang golek. Pulang pagi pun rela dilakukan demi Arjuna, Bima, atau pun Gatot Kaca.

R.A. Kosasih memulai kariernya menggambar untuk penerbit Melodie dengan serial komik berjudul Sri Asih, yang sering dianggap sebagai superhero Indonesia pertama. Sri Asih digambarkan R.A. Kosasih sebagai jagoan perempuan berkostum wayang. Ia mendapatkan inspirasinya dari karakter asal Amerika Serikat, Wonder Woman.

Namun kesuksesan terbesar R.A. Kosasih dicapat saat ia mengadaptasi kisah legendaris Ramayana dan Mahabharata ke dalam medium komik. Kedua komik tersebut disebut-sebut sebagai pemegang rekor oplah paling besar dalam sejarah komik Indonesia. Berkat upayanya dalam memadukan kesusastraan Hindu dengan budaya Indonesia, cerita Ramayana dan Mahabharata berhasil menggaet pembaca-pembaca generasi baru.

Selain kesusastraan Hindu dan sastra tradisional Indonesia, terutama Jawa dan Sunda, R.A. Kosasih juga sempat menghasilkan beberapa komik silat yang memiliki pengaruh Tionghoa.

Tahun 1993, R.A. Kosasih menyatakan pensiun dari dunia komik. Pada awal dekade 2000, penerbit buku ternama Elex Media Komputindo menerbitkan ulang Ramayana yang terdiri dari tiga jilid. Satu tahun kemudian, giliran Mahabharata yang diterbitkan ulang sebanyak dua belas jilid. Lagi, generasi baru terbuai dengan karya R.A. Kosasih.

Walau sudah diterbitkan ulang, cetakan pertama karya-karya R.A. Kosasih yang ada di medium kertas koran masih diburu kolektor sampai detik ini.

Foto Almarhum


04.49 | 0 komentar | Read More

Aktifitas di Bulan Ramadhan di-Berbagai Negara

Written By Belajar Bae on Senin, 23 Juli 2012 | 07.51


Seorang warga Muslim di India sedang mengambil gambar Masjid Jama pada malam bulan Ramadhan 21-7, 2012, di New Delhi, India (AP Photo/Kevin Frayer)


Sejumlah warga India Muslim sedang menanti waktunya berbuka puasa pada hari pertama puasa di bulan Ramadhan di depan Masjid Jama di New Delhi, India, 21-7, 2012. (AP Photo/Kevin Frayer)


Seorang anak pria Mesir sedang membaca Al-Quran di masjid Ibnu Amr Al-As di Kairo, Mesir, pada hari pertama Ramadan, 20-7, 2012. (AP Photo/Amr Nabil)
 

Seorang anak kecil sedang membaca Al-Quran di bulan Ramadhan di sekolah di Nairobi, Kenya, 21-7, 2012. (AP Photo/Sayyid Azim)


Sejumlah anak pria Muslim Afganistan sedang membaca Al-Quran saat bulan ramadhan di Masjid di Kota Jalalabad, Kabul, Afganistan, 22-7, 2011. (AP Photo/Rahmat Gul)


Sejumlah warga Pakistan mengantri mengambil makanan untuk berbuka puasa pada hari pertama bulan puasa di bulan Ramadhan di Karachi, Pakistan, 22-7, 2012. (AP Photo/Shakil Adil)

07.51 | 0 komentar | Read More